Friday, September 30, 2016

Vitamin Yang Diperlukan Saat Usia 40 Tahun

Pada artikel kali ini saya akan berbagi informasi tentang Vitamin-vitamin yang diperlukan saat sudah mulai memasuki usia 40 Tahun keatas. Di usia ini tentu akan sangat rawan sekali untuk kebugaran tubuh, terlebih bagi kaum wanita yang sudah mulai memasuki usia 40 Tahun. Alasannya kenapa?, karena pada usia ini massa otot sudah mulai lemah.  Selain itu di usia ini biasanya banyak wanita yang sudah melahirkan akan dihantui dengan rasa takut menjadi lebih gemuk, selain itu di usia ini juga wanita harus lebih memperhatikan perawatan tubuh, karena sudah mulai masuk ke jenjang menopause, walaupun kondisi ini tentu berbeda untuk setiap wanita. Selain itu memasuki usia 40 Tahun ini, bila kebugaran tubuh tidak dijaga, maka akan sangat rawan sekali dan rentan terhadap berbagai penyakit kronis seperti kanker, diabetes, sakit jantung, dan lainnya.


vitamin untuk usia 40 tahun
Image From : https://jonbarron.org


Itulah kenapa di usia 40 Tahun ini, untuk seorang wanita harus lebih memperhatikan pola hidup sehat, tentu dengan merubah pola makan yang baik dan juga memberikan pada tubuh vitamin-vitamin yang diperlukan oleh tubuh, supaya metabolisme tubuh tetap terjaga. Berikut ini saya akan memberikan informasi tentang vitamin-vitamin apa saja yang diperlukan oleh tubuh, saat seorang wanita sudah memasuki usia 40 Tahun.

  • Vitamin B12
Di usia ini tubuh sangat memerlukan Vitamin B12, karena vitamin B12 ini sangat penting untuk darah maupun fungsi otak, namun dapat juga meningkatkan kadar asam lambung, oleh sebab itu takaran dalam mengkonsumsi vitamin B12 ini perlu diperhatikan.  Sedapat mungkin konsumsi vitamin B12 ini jangan lebih dari 2,4 mg per hari. Asupan Vitamin B12 ini, biasanya kalau untuk anak-anak dan orang dewasa yang masih berusia dibawah 40 Tahun, maka bisa didapatkan dengan mengkonsumsi makanan-makanan seperti ikan, ayam, telur, atau susu. Jika Anda terjanjur mengkonsumsi Vitamin B12 ini dengan kadar yang berlebihan, tidak perlu terlalu kuatir, karena kadar yang berlebihan tersebut akan larut dan terbuang bersamaan dengan air seni.

  • Vitamin D
Setelah memasuki usia 40 Tahun, Vitamin D sangat diperlukan untuk tubuh, karena dengan mengkonsumsi Vitamin D secara teratur di usia 40 Tahun keatas, akan melindungi tubuh dalam proses perubahan yang terjadi karena usia yang semakin tua. Di usia 40 Tahun ini, bila kita kekurangan vitamin D maka akan sangat rawan terhadap berbagai penyakit seperti penyakit jantung, diabetes, penyakit payudara, multiple sclerosis, maupun kanker, yang mana semuanya itu bisa terjadi karena faktor usia yang semakin tua dan tubuh tidak terawat dengan baik. Ada sumber Vitamin D yang tak terbatas bisa kita dapatkan dari sinar matahari pagi, selain itu tentu kita bisa menambah asupan Vitamin D dengan mengkonsumsi berbagai makanan atau suplemen Vitamin D3.

  • Kalsium
Kebutuhan akan Kalsium bagi tubuh sangat penting, karena akan bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang di usia yang sudah mulai menua. Kebutuhan akan Kalsium ini bisa di dapatkan dari berbagai jenis makanan yang kita konsumsi setiap hari seperti tahu, susu, brokoli, ikan sarden, sayur bayam, almond, dan yang lainnya. Asupan Kalsium yang cukup untuk tubuh tentu akan sangat banyak diserap oleh tulang, apalagi pada usia dibawah 30 tahun, namun akan sangat bermanfaat bagi kesehatan tulang setelah memasuki usia yang semakin lanjut.

  • Magnesiun

Wanita yang mulai menginjak usia 40 tahun sangat memerlukan Magnesium.  Kenapa?, karena magnesium sangat penting karena fungsi utamanya adalah untuk mengatur tekanan darah. Asupan magnesium yang cukup akan baik untuk tubuh karena di usia ini biasanya tubuh sudah sangat rentan dengan tekanan darah tinggi, dan juga bila kekurangan magnesiun maka akan sangat berkaitan dengan diabetes, penyakit jantung, maupun radang. Sumber magnesium bisa didapatkan dengan mengkonsumsi makanan seperti kacang-kacangan, sayuran hijau, kedelai, alpukat dan biji-bijian.  Mengkonsumsi magnesium berlebihan tidaklah beresiko untuk kesehatan tubuh, namun terkadang dapat menyebabkan mual, diare, atau kram.

  • Kalium

Tubuh sangat dianjurkan mendapat asupan kalium 4,7 g/hari.  Kalium dibutuhakn oleh tubuh karena baik untuk menjagah tekanan darah, oleh sebab itu kalium sangat diperlukan, baik itu yang masih berusia muda ataupun yang memasuki usia 40 tahun, apalagi bagi wanita pasca-menoupase. Dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung kalium akan sangat bermanfaat untuk menurunkan resiko terkena stroke, walaupun hanya mengkonsumsi dalam kadar kurang dari 4 g/hari. Beberapa jenis makanan yang mengandung kalium bisa Anda konsumsi antara lain; ubi jalar, pisang, lobak, juga kacang-kacangan.

  • Probiotik

Probiotik sebenarnya tidak termasuk dalam kategori vitamin, namun probiotik merupakan nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh, terlebih bagi kaum wanita yang mulai menginjak usia 40 tahun. Probiotik sangat bermanfaat dan memiliki peran penting dalam menjaga usus agar supaya tetap sehat, dan nutrisi ini baik juga untuk menjaga berat badan, selain itu probiotik juga dapat menurunkan resiko diabetes, penyakit jantung, dan stroke.  Probiotik dapat diperoleh dengan mengkonsumsi produk kedelai yang difermentasi serta susu.

  • Omega 3


Sama dengan probiotik, secara teknis omega 3 tidak termasuk dalam kategori vitamin, namun asam lemak yang terkandung dalam omega 3 sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Omega 3 berfungsi untuk mencegah terjadinya beberapa perubahan negatif yang akan datang di saat usia mulai semakin menua, seperti terjadinya kognitif yang menurun dan peningkatan resiko penyakit jantung. Omega 3 ini bisa didapatkan saat mengkonsumsi ikan-ikanan, biji rami ataupun kenari serta sayuran berdaun lainnya. itulah beberapa jenis vitamin yang perlu dikonsumsi saat sudah mulai memasuki usia 40 tahun.  Semoga bermanfaat.

Thursday, September 29, 2016

Tidak Suka Makan Sayur? Diminum Aja

Sayuran sering kali menjadi dilema bagi kita. Di satu sisi kita wajib mengkonsumsi serat dan zat gizi yang lazim didapat dari sayur-sayuran, terutama apabila kita ingin menjalani hidup yang sehat dan jauh dari berbagai penyakit. Tapi di sisi lain, kebanyakan sayuran memberikan rasa yang 'polos' sehingga butuh semacam energi lebih untuk dapat mengantarkannya masuk ke dalam perut.  Kita sudah mencoba mengolahnya dengan direbus, dikukus,dibuat sup, tumisan, gado-gado, karedok sampai salad, tapi tetap saja suatu ketika kita akan merasa bosan dengan rasa yang begitu-begitu saja. apalagi beberapa jenis sayuran akan lebih bermanfaat apabila dikonsumsi dalam kondisi mentah dan segar, karena itu tidak semua jenis sayuran boleh kita masak.


Tidak Suka Makan Sayur? Diminum Aja


Lalu, bagaimana cara yang lebih mudah dan cepat?


Supaya gizi dan serat bisa terpenuhi setiap hari, satu anjuran yang baik dari ahli gizi untuk diminum saja? Wortel Jenis akar yang konon sangat disukai kelinci ini sangat kaya dengan zat gizi, mineral-mineral penting dan zat antioksidan.  Diperkaya dengan kebaikan vitamin A, B dan C, plus zat besi, kalsium dan kalium, wortel memberi Anda daya peningkat vitalitas yang alami, dan juga mempertajam daya penglihatan.  

Antioksidan membantu sistem imun mengatasi pengaruh radikal bebas. Vitamin C adalah salah satu antioksidan yang paling efektif, dan juga membantu membangun jaringan sel yang sehat.  Wortel juga dapat meningkatkan kesehatan kulit bagi mereka yang memiliki jerawat atau eksim.  Plus, kandungan zat besinya meningkatkan jumlah sel darah yang dapat membantu mencerahkan kulit.  Sifat ini pun sangat baik bagi Anda yang menderita anemia atau sedang merasa letih dan 'drop'. Beta-karoten selalu dihubungkan dengan sayuran ini.  

Beta-karoten yang lazim muncul pada buah-buahan dan sayur-sayuran yang berwarna kuning atau jingga ini bisa meningkatkan kesehatan mata, termasuk meningkatkan daya penglihatan pada malam hari.  Beta-karoten juga dipercaya dapat menghambat pertumbuhan tumor, terutama sel-sel kanker pada paru-paru dan pankreas akibat kebiasaan merokok. Dalam bentuk jus, wortel membantu membangkitkan aktivitas usus dan meningkatkan pergerakan normal usus besar.  Segelas jus di pagi hari akan menjadi awalan yang baik bagi sistem tubuh Anda. Blender satu atau dua buah wortel berukuran sedang dan minum segera.  Zat-zat gizi yang penting akan hilang dalam waktu 20 menit setelah proses blending.

  • Mentimun


Mentimun memiliki kandungan air sampai 90 persen, sehingga efeknya dapat membantu 'menyiram' bakteri disepanjang usus dan dinding kandung kemih, dan membantu meringankan masalah urinari seperti sistitis.  Sifat diuretiknya juga membantu meringankan retensi air.  Dan karena kandungan airnya mampu membantu menghilangkan toksin dan asam urat melalui ginjal, maka mentimun sangat baik untuk penderita encok.

Dengan kandungan air yang tinggi, mentimun juga berfungsi sebagai 'makanan pelangsing' yang sempurna, karena memberikan efek mengenyangkan tapi memberikan jumlah kalori yang minim. Selain itu, mentimun juga diperkaya dengan zat-zat gizi seperti vitamin A dan C dan juga kalsium, kalium, mangan dan sulfur. Tapi, kemampuannya untuk mendinginkan tubuhlah yang memberikan sifat khas pada mentimun.  Campuran air dan jus mentimun dapat menurunkan demam dan mendinginkan kulit, misalnya biang keringat akibat udara panas. Di India, raita, yaitu salad mentimun dan yoghurt, dikonsumsi tiap waktu makan untuk mengimbangi rasa masakan yang pedas dan untuk mendinginkan perut.  Gazpacho, yaitu sup mentimun yang dihancurkan, adalah masakan populer di Spanyol. Untuk mendapatkan manfaat utuh dari mentimun, sertakan kulitnya saat memblender.  Jika jus mentimun terasa terlalu 'polos' untuk diminum, tambahkan yoghurt untuk meningkatkan rasanya.

  • Tomat Buah yang sering dijuluki 'love apple' - apel cinta 


ini adalah salah satu sayuran yang rasanya enak untuk dimakan begitu saja.  Ada banyak varietas tomat, mulai yang rasanya masam sampai manis.  Sebagai minuman, tomat rasanya menyegarkan dan biji-bijinya memberikan serat alami. Kaya akan vitamin antioksidan dan mineral, tomat adalah pejuang ampuh dalam melawan toksin- toksin.  
Tomat dipersenjatai dengan vitamin A, C dan E serta asam folat dan zat besi, yang merupakan senjata efektif untuk melawan infeksi dan meningkatkan energi. Tomat yang bergizi tinggi ini juga baik untuk pengganti makan.  Sayuran ini cukup mengenyangkandibandingkan mentimun.  Untuk lebih menikmati jus tomat tapi ingin menghindari gula, resep berikut bisa dicoba.  Blender dua buah tomat merah dengan tiga sendok teh perasan lemon, satusendok teh saus Worchestershire (dapat diperoleh di supermarket), sejumput kecil merica dandaun thymi.  Anda akan menyukai jus tomat rasa italia ini!
 

  • Kubis



Dalam dunia alternatif, kubis sering disebut 'dokternya kaum miskin' dan 'a gift from heaven - hadiah dari surga' karena sifatnya.  Kubis merah memiliki kandungan vitamin C terbanyak dan merupakan sumber kalium dan asam folat. Kalium membantu mengatur keseimbangan air dalam tubuh dan bertanggung jawab dalam mengendalikan impuls syaraf dan kontraksi otot. Beberapa tahun yang lalu, orang mengkonsumsi kubis mentah untuk mengobati gangguan syaraf. Saat ini, kubis mentah lebih sering digunakan untuk membantu melawan infeksi virus seperti demam dan flu. Kubis mentah tidak memiliki rasa dan bau yang menyenangkan karena kandungan sulfurnya. Tapi sulfur memiliki sifat antiseptik, antibiotik dan disinfektan.  


Sulfur juga memberikan kontribusi dalam pembentukan kolagen, yang membantu membentuk tulang, tendon dan jaringan ikat pada kulit. Jika Anda tahan bau dan rasanya, jus kubis hijau ataupun kubis merah mentah ini baik untuk obat kumur antiseptik apabila Anda mengalami nyeri tenggorokan ataupun sariawan.  Kelemahan dari kubis adalah sifatnya yang dapat menimbulkan gas pada perut, sehingga menyebabkan kembung. Empat jenis sayuran di atas adalah sebagian contoh dari jenis sayuran yang bisa dibuat jus. Sebenarnya, jenis sayuran apapun pada dasarnya dapat dibuat jus, misalnya seledri dan brokoli. Yang menjadi hambatan dalam mengkonsumsi jus sayuran umumnya terletak pada rasa yang 'khas sayuran mentah'.  Tapi mengingat jus ini bisa menghemat waktu Anda dalam mengkonsumsi sayuran, Anda cukup tenggak saja tanpa harus mengunyah berlama-lama, bentuk konsumsi sayuran yang satu ini memang patut untuk dicoba. selamat mencoba dan bereksperimen dengan sayuran favorit Anda